“Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.”
motivasi motivasi yang setidaknya bisa anda terapkan dalam sebuah kehidupan
Entri Populer
Selasa, 05 April 2011
KISAH TENTANG PERTAPA DAN ALAT PEMOTONG KAYU
Pada suatu hari, ada seorang pertapa yang ingin membuat sebuah rumah. Selama hdupnya, dia hidup di dalam sebuah gua yang kecil. Yang pertama dia lakukan adalah turun gunung untuk membeli alat pemotong kayu di took peralatan di kota terdekat.
“saya ingin pindah dari gua saya dan bermaksud membuat rumah sendiri dari batang kayu”, begitu kata pertapa ini dengan bangga kepada pelayan toko. Lalu dia melanjutkan penjelasannya, “ Saya perlu alat pemotong kayu yang paling baik, tidak masalah berapapun harganya.Pelayan toko yang masih muda tersebut segera menuju gudang tempat penyimpanan alat-alat yang dijualnya. Tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa sebuah alat pemotong kayu yang tampak bagus dan mengkilap. “Ini alat pemotong yang terbaik yang ada di pasaran.”, kata pelayan itu dengan mantap. “Dengan alat pemotong ini anda bisa menebang kayu bagai pisau memotong mentega. Saya jamin dengan alat pemotong kayu ini, pekerjaan memotong dan menebang kayu yang memakan waktu sebulan, bisa diselesaikan dalam waktu satu hari saja. Jika tidak terbukti, saya berani mengembalikan uang anda dari kantong pribadi saya.”
Karena si pertapa ini sangat tertarik dengan penjelasan pelayan toko tadi, maka dia membeli alat tersebut. Lalau ia kembali kegunung tempat dia bertapa.
Sebulan setelah itu, ketika si pelayan toko sedang sibuk membereskan barang dagangannya, ia mendengar suara teriak si pertapa., “Hei anak muda!!!! Saya datang untuk mengembalikan alat pemotong kayuini. Tolong kembalikan kembalikan uang saya seperti janji anda dulu.”
Si pelayan toko memndang wajah tua si pertapa itu. Ia tertegun melihat penampilan yang sudah tidak karuan. Si pertapa tampak seperti tidak tidur selama berminggu-minggu. Pada pakaiannya tampak bercak darah dan keringan. Kelihatannya isa telah bekerja setengah mati.
“A…a…a..apa yang terjadi dengan bapak??? WAjah anda begitu memprihatinkan!!” Tanya pelayan toko tergagap-gagap.
DEngan sisa-sisa kekuatan yang ada padanya, si pertapa tua mengangkat alat pemotong kayu ke meja penjualan. Sambil bersungut-sungut, ia berkata, “Alat pemotong kayu macam apa yang anda jual pada saya??? Katanya, alat pemotong kayu ini mampu menebang pohon dalam sehari saja. Saya sudah menggunakan alat pemotong ini selama 30 hari, tapi pekerjaan saya belum selesai juga. Seperti yang anda janjikan, tolong kembalikan uang saya.”
Si pelayan toko yang merasa keheranan lalu minta maaf dan berkata, “Tentu!!! Janji memang harus ditepati. Tetapi, tolong coba saya periksa dulu alat penebang kayu ini. Siapa tahuada yang tidak beres.”
Lalu si pelayan toko segera menarik tali yang ada pada alat penebang itu. Kontan saja alat itu berbunyi, “B-R-R-R-R-R-R-R-R-R!!!!”
Saking terkejutnya, si pertapa langsung terhempas ke belakang meja penjualan. Ia merasa seakan mendengar bunyi peluru yang ditembakkan dari alat pemotong itu. Lalu ia berteriak kepada pelayan toko, “BUNYI APAKAH ITU???”
Apa yang bisa kita pelajari dari cerita diatas???
“Seringkali kegagalan bukan disebabkan karena minimnya kemampuan atau usaha kita untuk mengerjakan sesuatu. Seringkali kegagalan disebabkan karena miskinnya pengetahuan yang kita miliki. Kita telah menjadi orang yang sangat tidak mau belajar sesuatu.”
Kamis, 31 Maret 2011
concept of live part 2
Dalam hidup ini, ada pepetah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, tapi dalam pepatah jawa ada juga yang bilang, makin kenal deket, malah kurang ajar
Menurut kalian yang mana?
Kalau aku pribadi, dua duanya ga ada yang salah, tergantung di kondisi apa kalian berada
Seorang teman dulu pernah bilang “kalau punya temen tu jangan terlalu deket”
Maksudnya disini, kalian tu masih punya privasi, lain halnya kalo bener bener udah deket banget dari kecil, dan masing masing orang tuanya tau.
Dan kalian juga masih bisa temenan sama yang lain, jadi gak melulu sama temen kalian yang deket banget itu . . .
Soalnya orang itu macem macem, jadi ya sebaiknya si tau paling ga 65%nya aja, itu udah banyak banget, kalau tau sampe dalem dalemnya ya mungkin kita bakal disuruh ngejaga rahasia atau apapun yang buruk buruk dari temen kita itu. Soalnya lagi, jarang banget orang ada yang peka banget, atau mikirin temennya dengan kata lain berempati lah, itu jarang banget.
Gitu . . . . .
Tapi ini juga bukan harga mati sih kalian membatasi pertemanan kalian gara gara baca notes ini hehehe
Ini Cuma pandangan aja si :)
Senin, 28 Maret 2011
Konsep of Live
Di Dunia ini ada dua macam manusia, bukan pria dan wanita, bukan bagus dan jelek, tapi manusia yang memertahankan dan manusia yang mendapatkan, manusia yang memertahankan dimana manusia jenis ini sudah mendapatkan hampir semua berkah yang diberi tuhanke pada mereka baik itu berupa kekayaan, fisik, skill dan bakat ataupun yang lainnya, mereka cukup mempertahankan apa yang mereka sudah punya. Di lain pihak ada jenis manusia yang mendapatkan dimana manusia jenis ini benar-benar dalam titik nol atau titik standar, mereka adalah tipe manusia ordinary yang harus berjuang untuk mendapatkan kekayaan, meningkatkan penampilan fisik dan mendapatkan skill. Dua jenis manusia inilah yang selalu aku percaya benar adanya.
Oleh karena itu bagi orang yang merasa dirinya menjadi orang yang bertipe mendapatkan janganlah terlalu berkecil hati, karena proses untuk mendapatkan sesuatu akan menjadi sebuah pelajaran yang berharga yang akan menempa kita, ingat hargailah proses, karena proses adalah sebuah pembelajaran.
Kata pepatah "memertahankan lebih sulit dari pada mendapatkan" jadi untuk orang-orang yang bertipe memertahankan tetaplah berjuang karena belum tentu apa yang telah kau dapatkan dari kecil bisa ada selamanya untukmu..
Thanks to Ifan Maulana
Oleh karena itu bagi orang yang merasa dirinya menjadi orang yang bertipe mendapatkan janganlah terlalu berkecil hati, karena proses untuk mendapatkan sesuatu akan menjadi sebuah pelajaran yang berharga yang akan menempa kita, ingat hargailah proses, karena proses adalah sebuah pembelajaran.
Kata pepatah "memertahankan lebih sulit dari pada mendapatkan" jadi untuk orang-orang yang bertipe memertahankan tetaplah berjuang karena belum tentu apa yang telah kau dapatkan dari kecil bisa ada selamanya untukmu..
Thanks to Ifan Maulana
Langganan:
Komentar (Atom)